Baby Blue Eyes, Biru yang Menunggu Cahaya
Pernah membayangkan ada bunga yang bisa membuka dan menutup kelopaknya mengikuti kondisi lingkungan? Hal ini dapat ditemukan pada Nemophila menziesii atau Baby Blue Eyes, bunga mungil yang dikenal dengan kelopak birunya yang lembut.
Saat matahari bersinar cerah, kelopak Baby Blue Eyes akan terbuka dan menampilkan warna birunya. Ketika kondisi berubah menjadi mendung, hujan, atau malam hari, kelopaknya dapat kembali menguncup. Respons tersebut membantu melindungi bagian bunga dari air dan kelembapan.
Keunikannya tidak berhenti di situ. Di bagian tengah bunga terdapat nectar guide, berupa pola yang membantu serangga penyerbuk menemukan sumber nektar. Pola ini juga dapat memantulkan sinar ultraviolet yang dapat dikenali oleh beberapa serangga, termasuk lebah.
Di balik tampilannya yang sederhana, Baby Blue Eyes memperlihatkan bagaimana tumbuhan dapat merespons perubahan lingkungan di sekitarnya. Jadi, kalau melihat bunga ini sedang mekar sempurna, bisa jadi ia sedang menikmati cahaya matahari terbaiknya.
Referensi:
Cruden, R. W. (1972). Pollination biology of Nemophila menziesii (Hydrophyllaceae) with special reference to search behavior of bees. American Journal of Botany, 59(6): 573-579.
Suryowinoto, M. (1997). Flora Molek Lahan Basah dan Taman. Kanisius.
Yoshioka, T., & Kondo, K. (2011). Eco-physiological response and floral heliotropism/nyctinasty in spring ephemeral plants. Journal of Plant Research,124(3): 345-352.
Komentar
Posting Komentar